Pulang Kampung, Tim Albania Disambut bak Pahlawan

Pulang Kampung, Tim Albania Disambut bak Pahlawan

Agen Sbobet

Setelah tersingkir di fase grup Piala Eropa 2016, tim Albania pulang kampung. Mereka mendapatkan sambutan luar biasa di negerinya sendiri, bagaikan para pahlawan yang baru pulang dari medan perang.

Tim Albania mendarat di Tirana, ibukota Albania, pada Kamis (23/6/2016). Saat turun dari pesawat, mereka disambut langsung oleh Perdana Menteri Albania, Edi Rama, di bandara.

Setelahnya, tim Albania meninggalkan bandara dengan menggunakan bus tingkat beratap terbuka yang dicat merah-hitam. Agar perjalanan tim lancar, rute yang akan mereka lewati telah lebih dulu disterilkan.

Di sepanjang perjalanan, Lorik Cana dan kawan-kawan dielu-elukan oleh para suporter, yang rela berpanas-panasan di bawah terik matahari demi menyambut kepulangan para pemain kebanggaan mereka.

Setibanya di pusat kota, para pemain Albania telah disambut dengan karpet merah. Walikota Tirana, Erion Veliaj, ikut menyambut langsung.

Sebagai kapten tim, Cana mewakili rekan-rekan setimnya secara simbolis diserahi kunci kota Tirana sebagai bentuk penghargaan. Tim Albania juga akan mendapatkan bonus 1 juta euro (sekitar Rp 15 miliar) dan dijanjikan paspor diplomatik.

Selain itu, nama seluruh anggota skuat juga akan diabadikan di pintu gerbang stadion nasional yang baru. Albania berencana membangun stadion nasional baru yang diperkirakan selesai dalam waktu dua tahun.

“Kalian telah memberi kami apa yang kami rindukan selama berpuluh-puluh tahun,” ujar seorang komentator sepakbola di radio, Skender Bellova, seperti dikutip Reuters.

“Selama 60 tahun menjadi komentator, saya tak pernah merasakan emosi ini,” kata Bellova.

Albania, salah satu tim debutan di Piala Eropa 2016, finis di peringkat ketiga klasemen akhir Grup A. Mereka kalah dari Swiss dan Prancis, tapi kemudian mengalahkan Rumania 1-0 melalui gol tunggal Armando Sadiku.

“Jika keajaiban bisa dibangun dari kekalahan-kekalahan, apa yang kami lakukan di Prancis bisa menjadi awal dari sebuah keajaiban,” ujar pelatih Albania, Gianni De Biasi.

“Saya akan terus bertahan untuk menuju keajaiban tersebut,” kata pelatih asal Italia itu.

42 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply